Uncategorized

CINTA TANAH AIR

CINTA TANAH AIR

Cinta tanah air adalah saat diri kita bangga dengan apa yang ada pada tanah air saat ini. Saat diri ini dapat menghargai sekecil apa pun jasa yang telah diberikan oleh para pahlawan dan saat kita mau berkorban untuk bangsa dan negara. Semua ini dapat tercermin jika diri ini mempunyai niat dan keyakinan bahwa kita dapat hidup di dunia ini berkat tanah air Indonesia ini. Jadi jika semisalnya bumi Indonesia ini tidak dijaga dan dirawat dengan penuh rasa cinta maka cepat atau lambat negeri ini tidak akan seimbang lajunya, akan semakin banyak nya tindak kriminal, bencana melanda disetiap penjuru kota dan berbagai konflik akan terjadi dimana-mana semua ini karena tidak adanya rasa cinta terhadap tanah air. Karena jika banyak rakyat bangsa Indonesia yang memiliki rasa cinta terhadap tanah airnya sendiri, maka tidak akan ada masalah yang rumit, tidak akan ada kekurangan apa pun pada negeri ini dan tidak akan terlalu banyak tindak kriminal yang terjadi dan bangsa Indonesia pun tidak akan lagi hanya menjadi bangsa yang berkembang tapi dengan pesat bangsa ini akan menjadi bangsa yang maju, bangsa yang maju dalam segala aspek. Semua orang pasti menginginkan bangsanya seperti itu, tapi perlu disadari kita mampu untuk menjadi demikian. Semua ini bukan hanya sekedar mimpi belaka. Tapi semua dapat terwujud jika pada diri setiap warga bangsa Indonesia memiliki rasa cinta terhadap tanah air, dan tidak akan berbuat kerusakan pada negeri ini. Maka semua yang menjadi mimpi dalam pikiran setiap orang selama ini akan menjadi kenyataan dan akan terasa dalam hidup ini.
Mencintai bangsa sendiri bangsa Indonesia tidak selalu harus melalui upacara resmi, tidak selalu harus membaca pancasila dan teks proklamasi. Tapi mencintai Indonesia adalah semangat untuk berjuang melawan koruptor dengan cara masing-masing, berjuang untuk melawan yang salah dan membela apa yang sebenarnya harus dibela. Pada jaman saat ini sudah banyak penyimpangan – penyimpangan yang dilakukan oleh rakyat Indonesia. Seperti banyaknya tindakan korupsi, penyimpangan terhadap hukum, lebih banyak mementingkan diri sendiri dibandingkan kepentingan orang lain, tidak adanya rasa cinta terhadap sesama manusia sehingga banyak pengangguran dan orang miskin diluar sana yang sangat membutuhkan uluran bantuan untuk hidup mereka. Entah apa yang terjadi pada jaman saat ini. Tidak sadarkah kita bahwa siapa yang membuat bangsa dan negara Indonesia seperti ini. Para pahlawan-pahlawan lah yang patut untuk selalu kita ingat dan kita perjuangkan terus pengorbanannya. Karena semasa Indonesia di jajah oleh para penjajah puluhan tahun lalu. Banyak para pahlawan yang gugur hanya untuk membela tanah air tercinta nya ini. Puluhan tahun bangsa ini dijajah, ribuan jiwa meninggal dunia akibat perbuatan penjajah, bangsa ini seperti dihujani oleh darah dari berbagai pelosok negeri. Perjuangan demi perjuangan telah dilewati dan pada akhirnya bangsa ini dapat merdeka dengan kegigihan para pahlawan yang rela berkorban dan rela melakukan apa pun untuk memperjuangkan negara Indonesia ini. Kegigihan itu patut dijadikan cerminan untuk kita menjadi lebih baik lagi pada saat kini bukan nya berbalik menjadi negara yang terpuruk. Indonesia kini massih menjadi negara berkembang belum menjadi negara maju. Harapan menjadi negara maju sepertinya sulit untuk digapai jika warga negaranya sendiri tidak terlalu peduli akan nasib bangsa pada saat ini.
Jiwa muda pada saat ini tidak seperti jiwa muda pada massa lalu. Jiwa muda pada saat ini sudah banyak sekali yang lupa akan kecintaan nya pada negeri ini. Yang ada dipikiran nya hanya cinta terhadap kehidupan di dunia ini. Mereka tidak memikirkan bagaimana mereka mampu terlahir kedunia ini jika bukan dari pengorbanan pahlawan untuk merebut kemerdekaan pada saat di jajah dahulu. Mereka juga sudah lupa akan sejarah negeri ini, karena yang ada dibenak nya saat ini hanyalah menjalani hidup ini tidak mementingkan hal lain, apa lagi ditambah dengan jaman yang semakin modern pada saat ini. Teknologi yang semakin canggih membuat mereka lupa akan sejarah yang begitu penting bagi negeri ini. Hanya sedikit jiwa muda yang masih memiliki rasa cinta terhadap tanah airnya ini.
Pada massa penjajahan dahulu kala, negeri ini berhasil menghimpun jiwa muda yang sangat amat mencintai bangsa Indonesia ini, jiwa muda yang rela berkorban demi bangsa Indonesia, dan jiwa muda itu pun telah rela bersumpah untuk negeri ini. Mereka melakukan tiga sumpah dan biasa disebut dengan sumpah pemuda. Berikut ini salah satu bunyi dari sumpah pemuda itu. “Kami Putra Putri Indonesia Mengaku Bertumpah Darah yang Satu, Tanah Air Indonesia”. Demikianlah bunyi sumpah pertama dari ketiga sumpah yang diikrarkan oleh perwakilan pemuda dari seluruh nusantara. Mereka bersumpah setia dan mengakui kesatuan tanah air, bangsa, dan bahasa di tengah keterjajahan negeri ini. Para pemuda tersebut mampu keluar dari batasan-batasan yang membelenggu mereka sehingga mampu melahirkan sumpah yang masih kita kenang sampai hari ini. Tapi pada saat kini mungkin semua itu hanyalah tinggal menjadi kenangan karena sudah tidak adanya lagi perilaku yang mencerminkan ikrar sumpah tersebut pada saat ini.
Menilik pada sumpah pertama yaitu kesatuan tanah air. Sumpah tersebut merupakan bukti komitmen para pemuda untuk tidak lagi berjuang berdasarkan kecintaan terhadap daerah masing-masing. Tetapi, lebih didasarkan kecintaan terhadap tanah air Indonesia. Dan sudah seharusnya semua itu masih dijalani dan dilakukan pada saat ini bukan hanya tinggal menjadi kenangan tetapi seharusnya menjadi acuan untuk semangat jiwa muda dalam membangun bangsa Indonesia menjadi lebih baik lagi pada saat ini
Dalam memperingati diikrarkannya sumpah pemuda sudah sepatutnya kita memiliki kecintaan terhadap tanah air. Sebagaimana para pemuda saat itu. Namun, kecintaan tersebut tak lagi harus dalam bentuk perjuangan fisik. Tetapi, kecintaan tersebut harus dapat merasuk ke dalam berbagai aspek kehidupan kita yang lebih luas. Dengan demikian kita dapat menghadapi berbagai tantangan yang dialami negeri ini dengan lebih mantap dan bersinergi.
Kecintaan pada tanah air tidak perlu dilakukan dengan melakukan peperangan pada saat zaman penjajahan dulu. Tapi kini semua berbeda tak sama seperti dulu. Kecintaan pada tanah air dapat pula diwujudkan dengan membeli barang produk dalam negeri. Salah satu tantangan besar yang dihadapi Indonesia dan negara-negara lain di dunia adalah perdagangan bebas sebagai dampak dari globalisasi. Globalisasi mengakibatkan semakin hilangnya batas-batas di antara negara – negara dunia. Dampak tersebut juga amat terasa di dalam dunia perdagangan. Sebagaimana beberapa negara lain di dunia Indonesia telah terlibat aktif dalam perdagangan bebas dan telah menandatangani berbagai perjanjian yang mengikat negara-negara tersebut untuk menghilangkan berbagai proteksi terhadap produk dalam negeri.
Saat ini konsumen dalam negeri lebih memilih produk asing yang berkualitas dan harganya terjangkau. Pola pikir yang seharusnya ditanamkan adalah pemakaian produk dalam negeri merupakan bukti nasionalisme. Perubahan pola pikir tersebut tentunya akan berlanjut kepada perubahan perilaku. Sebagai contoh adalah memeriksa terlebih dahulu produk yang akan dibeli. Jika produk tersebut buatan dalam negeri maka harus diprioritaskan atau diutamakan. Dengan memakai produk dalam negeri banyak manfaat yang dapat diambil seperti mengurangi pengangguran, meningkatkan kesejahteraan buruh, dan menjadi modal bagi pembangunan negara Indonesai pada zaman saat kini. Saat hal tersebut telah menjadi gerakan nasional maka kita akan jauh lebih siap dalam menghadapi perdagangan bebas. Lebih siap lagi untuk menjadi negara maju tidak hanya terpuruk sebagai negara berkembang. Bukti kecintaan itu sudah selayaknya kita buktikan dengan perbuatan nyata agar bangsa ini menjadi negara yang patut untuk diperhitungkan oleh bangsa lain.
Selain cinta terhadap produk dalam negeri sebagai bukti kecintaan terhadap tanah air, bukti lainnya dapat diwujudkan dengan pembangunan karakter bangsa. Membangun karakter kaum muda agar lebih menumbuhkan rasa pedulinya terhadap bangsa. Tujuan pokok membangun karakter bangsa adalah menjadikan kaum muda cinta tanah air, cinta produk dalam negeri, memiliki toleransi tinggi terhadap sesama warga bangsa, serta mempunyai wawasan dan apresiasi atas budaya dan kebudayaan bangsa disertai pemahaman akan pentingnya perdamaian dan persatuan dengan bangsa – bangsa di dunia ini.
Walau bagaimanapun, Indonesia ini adalah tanah air dan bangsa kita sendiri yang kita wajib untuk mencintainya dengan segala kekurangannya. Sungguh sayang apabila warisan negara yang sudah diwariskan kepada kita dengan banyak pengorbanan darah dan air mata dari para pahlawan-pahlawan ini tidak kita cintai untuk dijadikan Negara dan Bangsa yang maju dengan masyarakatnya yang adil, makmur dan sejahtera seperti halnya negara-negara maju lainya. Semoga pada suatu saat ada pemimpin seperti Bung Karno dalam hal membangkitkan kecintaan kita pada tanah air dan bangsa, sehingga seluruh komponen bangsa dengan sungguh-sungguh mau bekerja demi kejayaan Indonesia bukan dengan sukaria merampok Indonesia, atau membantu para perampok yang hidup dengan kemewahan.
Mungkin sudah tidak ada lagi jiwa pemimpin negara seperti Bung Karno pada saat ini. Setidaknya walaupun ada itu hanya berupa ucapan kosong pada saat pemilihan presiden. Memang sudah biasa sekali di negara Indonesia ini setiap ada pemilihan pemimpin negara itu calon-calon pemimpinnya menyampaikan hal-hal yang bagus dan sangat membangun yang banyak diinginkan oleh masyarakat bangsa Indonesia. Tapi ternyata setelah terpilih sebagai pemimpin negara seakan semua ucapan pada saat menjadi calon itu dilupakan begitu saja. Seakan semua yang pernah dikatakan itu tidak pernah ia ucapkan dan ia lakukan di massa pemerintahan nya saat itu. Paling hanya beberapa tindakan saja yang dilakukan sesuai dengan visi kepemimpinannya. Semua ini menjadi contoh bahwa sudah tidak adanya lagi jiwa pemimpin yang jujur, yang rela berkorban demi bangsa nya sendiri, yang lebih mementingkan nasib rakyatnya dibandingkan diri sendiri, pemimpin yang ulet dan gigih dalam membangun bangsa ini, dan pemimpin yang banyak dicintai oleh rakyatnya. Semua ini dikarenakan sudah tidak adanya lagi kecintaan pada tanah air ini dengan sungguh-sungguh.
Pada hakekatnya cinta tanah air dan bangsa adalah kebanggaan menjadi salah satu bagian dari tanah air dan bangsanya yang berujung ingin berbuat sesuatu yang mengharumkan nama tanah air dan bangsa. Pada keadaan yang kacau saat ini apa yang bisa dibanggakan dari negara dan bangsa Indonesia. Karena fakta nya pada saat ini masyarakat tidak begitu peduli lagi terhadap negeri ini. Kalau saja rasa cinta tanah air dan bangsa sekali lagi bisa menjadi faktor yang memotivasi bangsa Indonesia, ada kemungkinan bangsa Indonesia akan bisa bangkit kembali dengan masyarakatnya bisa menghasilkan karya-karya yang membanggakan kita sebagai bangsa Indonesia.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kalender

Maret 2010
S S R K J S M
    Apr »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  
%d blogger menyukai ini: